Sosok Perempuan dari Zaman ke Zaman dalam Karya Sastra Indonesia: Studi Kasus Tokoh Nyai Ontosoroh, Pariyem, dan Clara

SOSOK PEREMPUAN DARI ZAMAN KE ZAMAN DALAM KARYA SASTRA INDONESIA: STUDI KASUS TOKOH NYAI ONTOSOROH, PARIYEM, DAN CLARA

Figure of Women from Time to Time in Indonesian Literary Works: A Case Study of Nyai Ontosoroh, Pariyem, and Clara

 

Iis Afriatiningsih

Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah

Pos-el: penangkapbintang@yahoo.com

(diterima 20 Maret 2014, disetujui 27 Mei 2014, revisi terakhir 11 Juni 2014)

 

Abstrak

Selain mengungkapkan hal dan peristiwa yang dialami oleh pengarangnya, karya sastra juga menyuguhkan potret kehidupan yang berhubungan dengan persoalan sosial dalam masyarakat. Hal-hal tersebut kemudian diproses sedemikian rupa, dibumbui dengan imajinasi, sehingga lahirnya sebuah karya sastra yang dinikmati oleh para penikmat sastra. Perempuan yang sering dianggap sebagai jenis kelamin kedua telah banyak diceritakan dalam karya-karya sastra Indonesia. Penelitian ini membahas sosok perempuan dalam karya sastra Indonesia yang diwakili oleh Nyai Ontosoroh, Pariyem, Clara yang menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau naturalistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sosok perempuan memiliki sikap, seperti memperjuangkan hidupnya (tergambar dalam tokoh Nyai Ontosoroh), pasrah dengan nasibnya (tergambar dalam tokoh Pariyem), dan nasibnya ada di tangan rakyat kecil (tergambar dalam tokoh Clara). Perjuangan perempuan tersebut berkaitan dengan kritik formalisme, strukturalisme, posstrukturalisme, dan posmoderenisme

Kata kunci: perempuan, karya sastra, Nyai Ontosoroh, Pariyem, Clara

 

Abstract

In addition to revealing things and events experienced by the author, literary work also presents a portrait of life dealing with social issues in the community. These elements are then processed in such a way, spiced with imagination, so a literary work that is enjoyed by lovers of literature is created. Women are often regarded as second sexes have been widely described in the works of Indonesian literature. This study discusses the figure of women in Indonesian literature represented by Nyai Ontosoroh, Pariyem, Clara who faced many challenges in his life. This study uses qualitative or naturalistic approach. The analysis showed that the woman had an attitude, such as fighting for his life (illustrated in figure Nyai Ontosoroh), resigned to her fate (illustrated in figure Pariyem), and her fate is in the hands of ordinary people (illustrated in figure Clara). The women struggle is related to formalism critic, structuralism, posstrukturalisme, and posmoderenisme.

Keyword: woman, literature, Nyai Ontosoroh, Pariyem, Clara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s