Religious and Moral Values in Madura Folktales

RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN MADURA FOLKTALES
Religiositas dan Nilai Moral dalam Cerita-Cerita Rakyat Madura

Imron Wakhid Harits
Universitas Trunojoyo Madura
Jalan Raya Telang PO BOX 02 Kamal, Bangkalan, Madura
e-mail: imronwakhidharits@gmail.com

(diterima 8 Juli 2013, disetujui 30 September 2013, revisi terakhir 24 Oktober 2013)

Abstract
Madura has a lot of Folktales as the reflection of its values in its social life. As the cultural identity, most of Madura folktales are the mirror of social values and characteristics of Madura society. Thus, the Madura folktales contain the moral and religious values as the most important element for Madura society. The aim of this paper is to identify and to investigate five Madura folktales, these are: The Origin of Madura, Bangsadcara and Ragapadme, The Origin of Tajungan, Aer Mata Ebu, and Aryo Menak. These five folktales are chosen because they are the most popular Madura folktales among others. While, the aspects of moral and religious values are the most dominant elements that can be found in these five Madura folktales. Such two aspects are the local genious that can be bequeathed from one generation to the next generation. The aspect of moral will have the close relation with the appreciation and respecting to the parents and teacher on the other hand, the aspect of religious values are related with sufism and another Islamic values. Both of two aspects are used as the fundamental of social construction in Madura. Therefore the religious and moral aspects sourced in Madura Folktales must be explored to look for the identity as Madurese.
Keywords: Madura folktales, moral values, religious values

Abstrak
Madura memiliki banyak cerita rakyat yang merupakan cerminan nilai – nilai kehidupan sosialnya. Sebagai identitas budaya, kebanyakan cerita rakyat Madura merupakan cerminan nilai – nilai sosial dan sebagai karakteristik masyarakat Madura. Dengan demikian, cerita – cerita rakyat Madura berisi nilai – nilai moral dan religius sebagai pilar utama dalam masyarakat Madura. Tujuan dari makalah ini adalah mengidentifikasi dan meneliti secara mendalam lima cerita rakyat Madura, yaitu: Asal mula Pulau Madura, Bangsadcara dan Ragapadme, Asal mula desa Tajungan, Aer Mata Ebu, dan Aryo Menak. Kelima cerita rakyat ini dipilih karena cerita – cerita tersebut sangat populer diantara yang lain. Sedangkan dalam cerita – cerita tersebut, aspek moral dan religius merupakan unsur yang sangat dominan dalam lima cerita rakyat tersebut. Dua aspek tersebut merupakan kearifan lokal yang bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Aspek moral disatu sisi memiliki hubungan yang erat dengan penghormatan dan penghargaan kepada orang tua dan guru, sedangkan aspek religius berkaitan dengan nilai – nilai sufi dan ajaran Islam lainnya. Kedua aspek tersebut digunakan sebagai dasar dalam konstruksi masyarakat Madura. Oleh Karena itu nilai – nilai agama dan juga moral yang bersumber dari cerita – cerita rakyat harus digali dan dipertahankan untuk terus mencari identitas sebagai orang Madura.
Kata kunci: cerita rakyat Madura, nilai – nilai moral, nilai-nilai keagamaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s